Friday, September 30, 2005

Renungan

TOMBO ATI

……………

Obat hati itu lima perkaranya;

Yang pertama baca Qur’an dan maknanya
Yang kedua shalat malam dirikanlah
Yang ketiga berkumpullah dengan orang sholeh
Yang keempat perbanyaklah berpuasa
Yang kelima dzikir malam perpanjanglah

Salah satunya, siapa bisa menjalani
Moga-Moga Allah Ta’ala mencukupi

==========================================================

Menyimak sepenggal syair lagu diatas, ternyata penawar penyakit hati sudah disediakan oleh Allah…
Begitu pula surga yang telah dijanjikan-Nya, Allah sudah menyediakan begitu banyak jalan dan sarana untuk menggapainya…
Serta semua kenikmatan yang kita rasakan selama ini, mestinya dijadikan alat untuk mencari bekal kita di akhirat nanti…

Pertanyaannya adalah: MAU atau TIDAK…?
Maukah hati kita tidak berpenyakit, maukah kita menjadi penghuni surga, maukah kita punya bekal amal kebaikan…?

Mengapa MAU kah kita…? Bukannya BISA kah kita? karena dengan segala kelebihan kita sebagai manusia mestinya kita BISA, termasuk bila ada beberapa dari hamba-Nya yang diberi cobaan keterbatasan oleh Allah SWT, tetap BISA…tinggal…MAU atau TIDAK…? Hmm… bagaimana NIAT nya…segala sesuatu bermula dan bergantung pada NIAT nya…

==========================================================

Begitu MAU nya saya bersih hati, begitu MAU nya saya menjadi bagian dari penghuni surga, , begitu MAU nya saya membawa bekal amal yang banyak…
Ada yang bilang; EASY to say but HARD to do…it is exactly right indeed…tidak bisa berhenti begitu saja di MAU atau NIAT, harus ada pengejewantahan, realisasi...

Saya sadari, begitu lemahnya saya ini…tiada daya dan upaya tanpa pertolongan-Nya…begitu banyak perang godaan dan bisikan yang menerpa…dan harus saya akui, masih banyak kekalahan perang yang saya alami…

Salam

Wednesday, September 28, 2005

Cita-cita

Alhamdulillah...Segala Puji hanya bagi Allah SWT semata, sebaik-baiknya penolong, tempat bersandar dan sebaik-baiknya pelindung...

Setelah beberapa hari terakhir dihadapkan pada pilihan, hanya dengan pertolongan-Nya hati ini diteguhkan untuk memilih...

Semoga Anda mengerti maksud saya, setelah membaca posting saya sebelumnya..."Junction".

Saya menolak sebuah tawaran pekerjaan yang "menggiurkan" - menggiurkan dalam arti positif, bukan saja reward yang cukup bagus, tetapi juga networking relation yang sudah terjalin baik serta pekerjaan yang cukup menantang...

Saya mengumpulkan keyakinan, mengucap bismillahirrahmaanirrahiim, lebih memilih menolak pekerjaan tersebut...saya ingin menjadi ibu rumah tangga saja...Di jaman seperti sekarang ini, mungkin menjadi seorang ibu rumah tangga saja, kurang memiliki nilai lebih dalam tatanan hidup bermasyarakat...Bagi saya, ibu rumah tangga adalah sebuah profesi yang juga menuntut profesionalitas, mengurus suami, anak-anak, rumah, rumahtangga, tetap bisa mengaktualisasi diri, merawat diri, produktif meski tidak bekerja di luar rumah...semoga saja saya kelak bisa menjadi salah satunya yang berhasil...

Tidak saya pungkiri, selama ini saya merasa ingin diakui, didengar pendapatnya, dihargai...
Hmm...mungkin bisa silap mata dan hati ini dengan penilaian sesama manusia...

Semoga niat saya dan perwujudannya bisa mengubah pandangan saya sendiri atas sebuah profesi; ibu rumah tangga...I must proud of my self to become a housewife...

Salam

PS: At this moment, I can only do what I can do, wishing and will do all the best for our future, and with you near and support me, it's already the best gift I've ever had...

Saturday, September 24, 2005

Junction

Satu bulan lebih sudah berlalu sejak post yang terakhir....

Blessed me yang selalu happy setiap hari...Alhamdulillah...rasa bahagia, tidak bahagia, cukup, tidak cukup...it's all up to our self...tidak ada takaran yang pasti...sudah terkenal dengan kata-kata "relatif"...klise, tapi betul sekali...

Alhamdulillah ditengah-tengah kebingungan (yang sebenarnya dibuat sendiri...hehehe...) masih ada tempat mengadu, I do have faith sama Allah SWT...pasrah...yakin semua yang terbaik yang berlaku bagi saya pastinya itu sudah terbaik menurut Allah...

Saya sedang dihadapkan pada dua pilihan yang menuntut komitmen tingkat tinggi...
Satu menikah satu lagi bekerja...Meski kedua-duanya belum tertera tanggal pasti terikatnya...tapi sepertinya keduanya akan saya hadapi dalam waktu yang bersamaan...So many reasons (yang tentu dibuat atau dipikirkan juga oleh saya sendiri) yang membuat saya merasa harus memilih salah satu...mana yang lebih dulu...

I need someone closest's oppinion tapi menurutnya semua tetap kembali pada saya...for awhile I feel all alone...bahkan merasa di-disregard...tapi akhirnya berusaha berfikir lebih jernih lagi...it is my life...I have the right to choose everything in my life...tidak ada campur tangan pengaruh dari siapa-siapa...even from my husband to be...hmm...meski harus saya akui...sometime saya ingin sekali diberi semacam support dalam bentuk larangan...."Jangan yang itu, Dik...yang ini saja...bagaimana? karena...bla...bla...bla..." aneh mungkin, kok maunya dilarang...?!!

I finally have to stand on my own...putusan memang belum dijatuhkan...sambil menunggu...tetap meminta pada Allah saja ketetapan hati untuk pilihan manapun yang saya ambil...dimudahkan segala urusan, dan mungkin semua alasan untuk memilih mana yang lebih dulu juga sirna dan saya diberi kemudahan dan kekuatan untuk keduanya berjalan bersamaan...Aamiin...

Salam

PS: Terimakasih untuk lentera hati saya, yang memberi kesempatan bagi saya untuk selalu menjadi diri sendiri ;)