Tuesday, April 04, 2006

Hidup Baru

Alhamdulillah...Setelah sekian lama menghilang, akhirnya bisa kembali lagi...
Jadi orang yang paling bahagia, setelah dipersunting oleh suamiku sekarang....Ehemm.... Banyak doa dan harapan dan pembelajaran...
Mengambil keputusan menikah ibarat melakukan sebuah lompatan besar,
terus terang banyak kejutan yang saya dapatkan setelah menikah (meski baru akan 2 bulan),
kejutan yang menyenangkan tapi pernah juga bikin sesak dan bingung.
Cinta...seperti apa cinta...?
Yang saya rasa... saya menghargai setiap usahanya, saya menghormati setiap keputusannya, saya menyukai hal-hal 'aneh' yang dilakukannya, saya percaya apa yang dilakukannya adalah yang terbaik bagi kami...
Selamat datang di samudera rumah tangga untuk kami...(hehehehe...)
Untuk suamiku sayang....semoga istrimu ini menjadi apa yang engkau idam-idamkan selama ini... ;) Semoga bahtera kita selamat sampai akhir hayat...berlabuh dan bahagia di alam kekal nanti...Amiin..

~bunda nana~

Friday, September 30, 2005

Renungan

TOMBO ATI

……………

Obat hati itu lima perkaranya;

Yang pertama baca Qur’an dan maknanya
Yang kedua shalat malam dirikanlah
Yang ketiga berkumpullah dengan orang sholeh
Yang keempat perbanyaklah berpuasa
Yang kelima dzikir malam perpanjanglah

Salah satunya, siapa bisa menjalani
Moga-Moga Allah Ta’ala mencukupi

==========================================================

Menyimak sepenggal syair lagu diatas, ternyata penawar penyakit hati sudah disediakan oleh Allah…
Begitu pula surga yang telah dijanjikan-Nya, Allah sudah menyediakan begitu banyak jalan dan sarana untuk menggapainya…
Serta semua kenikmatan yang kita rasakan selama ini, mestinya dijadikan alat untuk mencari bekal kita di akhirat nanti…

Pertanyaannya adalah: MAU atau TIDAK…?
Maukah hati kita tidak berpenyakit, maukah kita menjadi penghuni surga, maukah kita punya bekal amal kebaikan…?

Mengapa MAU kah kita…? Bukannya BISA kah kita? karena dengan segala kelebihan kita sebagai manusia mestinya kita BISA, termasuk bila ada beberapa dari hamba-Nya yang diberi cobaan keterbatasan oleh Allah SWT, tetap BISA…tinggal…MAU atau TIDAK…? Hmm… bagaimana NIAT nya…segala sesuatu bermula dan bergantung pada NIAT nya…

==========================================================

Begitu MAU nya saya bersih hati, begitu MAU nya saya menjadi bagian dari penghuni surga, , begitu MAU nya saya membawa bekal amal yang banyak…
Ada yang bilang; EASY to say but HARD to do…it is exactly right indeed…tidak bisa berhenti begitu saja di MAU atau NIAT, harus ada pengejewantahan, realisasi...

Saya sadari, begitu lemahnya saya ini…tiada daya dan upaya tanpa pertolongan-Nya…begitu banyak perang godaan dan bisikan yang menerpa…dan harus saya akui, masih banyak kekalahan perang yang saya alami…

Salam

Wednesday, September 28, 2005

Cita-cita

Alhamdulillah...Segala Puji hanya bagi Allah SWT semata, sebaik-baiknya penolong, tempat bersandar dan sebaik-baiknya pelindung...

Setelah beberapa hari terakhir dihadapkan pada pilihan, hanya dengan pertolongan-Nya hati ini diteguhkan untuk memilih...

Semoga Anda mengerti maksud saya, setelah membaca posting saya sebelumnya..."Junction".

Saya menolak sebuah tawaran pekerjaan yang "menggiurkan" - menggiurkan dalam arti positif, bukan saja reward yang cukup bagus, tetapi juga networking relation yang sudah terjalin baik serta pekerjaan yang cukup menantang...

Saya mengumpulkan keyakinan, mengucap bismillahirrahmaanirrahiim, lebih memilih menolak pekerjaan tersebut...saya ingin menjadi ibu rumah tangga saja...Di jaman seperti sekarang ini, mungkin menjadi seorang ibu rumah tangga saja, kurang memiliki nilai lebih dalam tatanan hidup bermasyarakat...Bagi saya, ibu rumah tangga adalah sebuah profesi yang juga menuntut profesionalitas, mengurus suami, anak-anak, rumah, rumahtangga, tetap bisa mengaktualisasi diri, merawat diri, produktif meski tidak bekerja di luar rumah...semoga saja saya kelak bisa menjadi salah satunya yang berhasil...

Tidak saya pungkiri, selama ini saya merasa ingin diakui, didengar pendapatnya, dihargai...
Hmm...mungkin bisa silap mata dan hati ini dengan penilaian sesama manusia...

Semoga niat saya dan perwujudannya bisa mengubah pandangan saya sendiri atas sebuah profesi; ibu rumah tangga...I must proud of my self to become a housewife...

Salam

PS: At this moment, I can only do what I can do, wishing and will do all the best for our future, and with you near and support me, it's already the best gift I've ever had...

Saturday, September 24, 2005

Junction

Satu bulan lebih sudah berlalu sejak post yang terakhir....

Blessed me yang selalu happy setiap hari...Alhamdulillah...rasa bahagia, tidak bahagia, cukup, tidak cukup...it's all up to our self...tidak ada takaran yang pasti...sudah terkenal dengan kata-kata "relatif"...klise, tapi betul sekali...

Alhamdulillah ditengah-tengah kebingungan (yang sebenarnya dibuat sendiri...hehehe...) masih ada tempat mengadu, I do have faith sama Allah SWT...pasrah...yakin semua yang terbaik yang berlaku bagi saya pastinya itu sudah terbaik menurut Allah...

Saya sedang dihadapkan pada dua pilihan yang menuntut komitmen tingkat tinggi...
Satu menikah satu lagi bekerja...Meski kedua-duanya belum tertera tanggal pasti terikatnya...tapi sepertinya keduanya akan saya hadapi dalam waktu yang bersamaan...So many reasons (yang tentu dibuat atau dipikirkan juga oleh saya sendiri) yang membuat saya merasa harus memilih salah satu...mana yang lebih dulu...

I need someone closest's oppinion tapi menurutnya semua tetap kembali pada saya...for awhile I feel all alone...bahkan merasa di-disregard...tapi akhirnya berusaha berfikir lebih jernih lagi...it is my life...I have the right to choose everything in my life...tidak ada campur tangan pengaruh dari siapa-siapa...even from my husband to be...hmm...meski harus saya akui...sometime saya ingin sekali diberi semacam support dalam bentuk larangan...."Jangan yang itu, Dik...yang ini saja...bagaimana? karena...bla...bla...bla..." aneh mungkin, kok maunya dilarang...?!!

I finally have to stand on my own...putusan memang belum dijatuhkan...sambil menunggu...tetap meminta pada Allah saja ketetapan hati untuk pilihan manapun yang saya ambil...dimudahkan segala urusan, dan mungkin semua alasan untuk memilih mana yang lebih dulu juga sirna dan saya diberi kemudahan dan kekuatan untuk keduanya berjalan bersamaan...Aamiin...

Salam

PS: Terimakasih untuk lentera hati saya, yang memberi kesempatan bagi saya untuk selalu menjadi diri sendiri ;)

Tuesday, August 09, 2005

Susah ya jadi Pemimpin...?

Dahulu, sahabat Rasulullah, Abu Bakar r.a. saat menjadi pemimpin sering menyamar menjadi rakyat biasa, sekedar ingin mengetahui bagaimana keadaan rakyatnya yang sesungguhnya, bahkan tidak jarang bila ia masuk ke pelosok desa, lembah yang hanya diisi oleh padang rumput dan penggembala, beliau juga sering mengadakan semacam 'test' kecil untuk mengetahui tingkat keimanan warga-nya.

Dijaman sekarang, mungkin sudah jarang sifat pemimpin seperti ini, menyamar menjadi rakyat...dari tingkat yang paling kecil misalnya RT atau RW sampai Presiden sekalipun, di negri Indonesia ini mungkin samaran para pemimpin ini akan segera 'terbongkar', betapa tidak, kalau bapak RT atau RW, sebagai pemimpin komunitas kecil tentu sudah sangat lekat dengan warganya, mau menyamar bagaimana lagi...? Pasti selalu dituntut untuk memberi contoh yang baik bagi warganya. Jangan sampai memberi wejangan pada warga, sementara dirinya dan keluarganya tidak bisa jadi panutan.

Level Presiden...?? Hmm...di negri ini presiden adalah seorang selebritis, tidak pernah lepas dari pemberitaan, wartawan dan juru kamera...dan pastinya presidan tak pernah lepas dari protokoler demi alasan keamanan dan keselamatan...Presiden mau lewat, rakyatlah yang di'paksa' diam menunggu antrian rombongan presiden lewat, kepentingan pemimpin di atas kepentingan rakyat. Jangankan menyamar jadi rakyat, mengetahui susahnya dapat garam di pedalaman sumatra dan kalimantan, warga sakit gondok, susahnya warga pedalaman dapat pendidikan, mau sekolah, murid dan guru harus naik sampan dulu, kalau hujan, sekolah terendam....Gustiiiiii....!!!

Salah Pemimpin?? Mestinya kesusahan negri ini harus dipikul bersama, bukan cuma menjadi beban pemimpin seorang. Tapi kebanyakan pemimpin di negri ini, dekat dengan rakyat, dengan orang susah hanya disaat-saat kampanye saja. Saat jadi pemimpin, masih saja susah buat keputusan, mestinya rakyat berhak mendapatkan kesehatan dan pendidikan yang murah, mestinya rakyat yang miskin menjadi tanggungan pemerintah....semua sudah ada di Undang-undang Dasar negri ini, tapi realisasinya masih sebatas mimpi...Menyedihkan...!!

Salam

Monday, August 08, 2005

Sometimes thing doesn't work out with plan...

Mungkin hidup itu isinya pilihan, kadang kita benar dalam memilih, dan tidak jarang juga kita salah memilih. Tapi, salah memilih pun menurut siapa? Salah, mungkin saja tercetus dalam benak kita disaat kenyataan yang dihadapi tidak seperti yang kita bayangkan, impikan, harapkan dan rencanakan...kita pun berfikir, "mungkin saya salah".

Tidak semua yang menurut kita baik, benar dihadapan Allah SWT, begitu juga apa yang kita benci, mungkin saja malah benar dihadapan Allah SWT (...mengutip dari sebuah surat di Al-Qur'an...tapi lupa surat apa dan ayat berapa...InsyaAllah dicari dulu, dan kalau ada kesempatan tulisan ini bisa diedit).

Dan jangan salah juga, selalu ada hikmah yang tersisip dari sebuah kesalahan selama kita dapat berfikir, kesalahan akan membuat kita semakin mawas diri, berbuat lebih baik dan menjadi lebih bijak.

Pilihan akan kebahagiaan pun hanya kita yang bisa membuat, uang 10 juta satu bulan.... Hmm...bisa membuat kita bahagia, atau juga malah berfikir..."Sepertinya ada yang salah nih...coba gue kerja yang lain kali gak cuman 10 juta yang gue dapet..."
So...bersyukur akan menjadi kunci agar kita senantiasa merasa bahagia...

Sifat gak cepat puas pun sepertinya sudah jadi bawaan dari 'sono'-nya buat manusia... Manusiawi...Lagi-lagi kita akan dihadapkan pada pilihan, tidak cepat puas bisa saja menjadikan kita super ngoyo, sikat sana, injak sini, tendang sana atau membuat kita melakukan usaha yang terbaik dan benar, dan senantiasa meminta kepada Sang Pemilik dan hasil akhir tetap ada pada putusanNya, tinggal tawakal dan bersyukur. Kata orang,"Man propose and God dispose".

Sungguh, tulisan ini tidak saya tujukan pada sesiapapun dalam rangka menyindir apalagi menggurui. Justru sebaliknya, tulisan ini untuk mengingatkan saya pribadi, karena terus terang, saya pun pernah melakukan lebih dari sekali kesalahan, dan seperti hari kemarin saat saya tidak disediakan penghapus saat menulis (bukan begitu Ed...?!) semua hanya bisa disesali, tapi life must go on. Tidak ada waktu bersedih terus-menerus, hanya bisa berusaha yang terbaik, belajar setiap hari agar menjadi lebih baik lagi...

Salam

Friday, August 05, 2005

Hidup Sehat...Siapa Takut?!!

Selamat Pagi Dunia...meski sudah menjelang siang...
Smile and the world will smile for you (op cit Pay de Macho)

Pernahkah Anda merasakan saat bangun pagi, bukannya badan terasa segar malah kepala pusing dan terasa berat, badan lesu...? Itu yang saya alami dua hari terakhir ini...Meski hanya berupa ketidaknyamanan kecil tapi cukup membuat saya merasa terganggu...

Dan siang ini saya mulai mencari-cari sebuah jawaban yang mungkin bisa membantu saya agar bangun pagi saya terasa lebih menyegarkan. Atau mungkin jawabannya juga hanya sesederhana; bahwa kondisi tubuh saya memang sedang tidak fit alias mungkin sedang masuk angin.

Ah...saya tidak ingin membesar-besarkan masalah, intinya adalah mari kita mulai hidup sehat, karena kesehatan mahal harganya. Setidaknya bila badan sehat kita sudah punya modal untuk mengisi hari dengan kebaikan dan tidak menyusahkan orang-orang yang menyayangi kita dengan membebani mereka dengan rasa khawatir karena kesakitan kita...(Meli and Fia...you both should read this...and I mean it)

Hidup sehat...Hmm...mungkin bisa berarti tidur cukup, makan cukup, olah raga cukup, tidak usah merokok apalagi menggunakan narkoba, bersih hati dan bersih pikir...

Selamat bekerja...semoga kerja kita bernilai ibadah, tidak hanya mendapat reward dari atasan dan rekan kerja tapi yang utama mendapat pahala dari Allah SWT...Insya Allah...Aamiin.

Salam